Larangan Judi Online di Indonesia dan Undang – Undangnya

Domoniqq – Perjudian di Indonesia berbeda dengan sistem perjudian di negara lain. Berbeda dengan negara lain yang melegalkan perjudian dengan memberikan tempat dan pajak yang tinggi, Indonesia tetap melarang berbagai aktifitas taruhan ini secara resmi berdasarkan undang-undang dan berbagai keputusan lain.

Inilah yang membuat banyak orang di Indonesia memilih untuk melakukan perjudian di luar negeri demi menghindari kebijakan dan hukuman pemerintah. Walaupun pernah ada wacana untuk mendirikan kasino ekslusif di Indonesia, yang akan di bangun di Kepulauan Seribu, banyak pihak yang menolak, bahkan warga disana karena akan memberikan dampak yang buruk di masyarakat.

Padahal larangan judi online proyek tersebut di katakan memiliki tujuan yang cukup mulia, yakni menjadi salah satu penyumbang dana pajak besar yang bisa digunakan untuk membangun fasilitas di berbagai wilayah di Indonesia. Namun terkait moral, agama, dan sikap etis masyarakat yang masih dekat dengan hal-hal yang religius, proyek tersebut tidak mendapatkan titik temu, untuk kemudian di batalkan beberapa tahun kemudian.

Lalu bagaimana dengan, terkait larangan yang di tetapkan pada tahun sebelumnya hanya terbatas pada perjudian secara fisik. Adakah larangan yang mengatur perjudian yang dilakukan secara daring, tanpa temu langsung dengan lawan, dan hanya mengandalkan perangkat saja? Berikut merupakan ulasan singat mengenainya.

Perkembangan Larangan Judi di Indonesia

Seperti negara lain yang melakukan larangan judi online dominoqq pada umumnya, jenis judi yang masih berkembang di masyarakat Indonesia adalah mode konvensional. Dimana pemain harus datang ke tempat perjudian dengan membawa sejumlah uang, melakukan taruhan dan bermain langsung dengan tatap muka bersama pemain lain. Namun dengan perkembangan teknologi, hal ini kemudian menjadi hal yang jarang dilakukan.

Terlepas kebijakan pemerintah yang melakukan pengetatan terhadap berbagai aktifitas judi sejak tahun 1974, perlahan namun pasti, semua tempat perjudian di tutup. Pemain yang masih bandel dan sering melakukan judi juga mendapatkan hukuman, baik denda ataupun kurungan penjara. Inilah yang kemudian membuat judi secara online mulai marak di mainkan.

Hal tersebut juga merupakan imbas dari perkembangan internet, dimana sejak satu dekade terakhir, akses untuk mengunakan internet makin mudah dan menjagkau masyarakat. Hal inilah yang kemudian beberapa pihak mulai meniru sistem perjudian di luar negeri untuk mengelabui pemerintah, dengan melakukan perjudian secara daring. Saat itu, larangan judi online belum ketat dan dilaksanakan oleh berbagai pihak.

Tidak lama dengan meningkatnya pemain judi online, dan dianggap meresahkan masyarakat, maka larangan untuk melakukan perjudian secara daring di berlakukan. Anda bisa melihatnya dalam UU ITE yang banyak di kutip di berbagai situs. UU mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik tersebut di berlakukan sejak tahun 2008, yang kemudian di perbarui pada tahun 2016, dengan nomor yang masih sama, yakni UU ITE Nomor 11.

UU ITE Nomor 11 dan Larangan Judi Online

UU yang mengalami revisi tersebut sebelumnya terletak pada pasal 27 ayat kedua dari UU ITE, dan setelah mengalami perubahan revisi, pasal tersebut masih di samakan. Di dalamnya Anda bisa menemukan penjelasan mengenai siapa yang di hukumi sebagai pelaku dan bandar judi online, yakni mereka yang dengan sengaja memberikan akses, melakukan distribusi dan transmisi untuk mengakses konten atau dokumen elektronik yang memuat judi.

Sedangkan ancaman hukuman bisa Anda temukan terkait larangan judi online pada ayat selanjutnya, dalam undang-undang revisi di tahun 2016, dengan penjelasan singkat bahwa mereka yang secara sengaja telah melakukan distribusi, memberikan akses, serta melakukan transmisi untuk dokumen dan informasi mengenai konten yang memuat judi akan dikenai denda dan hukuman.

Hukuman yang diberikan adalah kurungan penjara, yang paling lama menjerat pelaku atau bandar judi online selama enam tahun. Sedangkan denda yang harus dibayar mencapai nominal paling besar satu miliat rupiah. Hal tersebut dirasa akan cukup memberikan efek jera pada penjudi ataupun bandar yang masih tetap ingin melakukan aktifitas judi secara online.

Dampak Negatif Judi Online

Tentunya terdapat dampak negatif larangan judi online apabila Anda ataupun kawan dekat melakukan perjudian secara online. Inilah yang juga menjadi penyebab mengapa judi, baik secara konvensional ataupun daring di larang oleh pemerintah. Selain tidak sesuai dengan norma bangsa, ia juga memberikan pengaruh yang buruk untuk pemain dan juga lingkungan yang ada di sekitar pemain, terutama untuk generasi muda yang harusnya menjadi promotor penggerak ekonomi bangsa.

Beberapa dampak negatif judi daring yang menyebabkan dampak semakin ketat, adalah sebagai berikut:

  1. Menyebabkan berbagai masalah larangan judi online kepribadian bagi pemainnya, hal ini merupakan fakta ynag sering ditemui di berbagai tempat. Pemain yang mengalami kekalahan akan mengalami fasen negatif dengan mengeluarkan berbagai emosi yang merugikan orang di sekitarnya, seperti marah-marah, mengumpat, dan masih banyak lagi.
  2. Penipuan dan scamming yang dilakukan oleh peretas, banyak kasus ditemui berbagai akun judi online dicuri data dirinya oleh hacker untuk digunakan, tanpa sepengetahuan pemilik akun. Data dan infromasi tersebut bisa saja di salah gunakan untuk hal-hal yang tidak baik.
  3. Memicu berbagai perilaku kriminal, terutama larangan judi online untuk pemain yang kalah dalam permainan judi. Mereka tidak segan untuk melakukan berbagai tindakan negatif yang membahayakan nyawa orang lain.

Demikian ulasan singkat mengenai larangan judi online di Indonesia, berikut undang – undang yang menyertainya. Anda bisa menjadi warga negara yang baik dengan menghindari aktifitas judi dan melaporkan kepada pihak berwenang aktifitas-aktifitas yang mengarah pada perjudian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *