Larangan Tindakan Judi Online Berdasarkan Hukum Negara dan Hukum Agama

Larangan Tindakan Judi Online Berdasarkan Hukum Negara dan Hukum Agama – Tidak sedikit orang ketika mengalami masalah keuangan menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkan uang dengan cepat. Selain cepat, biasanya uang yang dicari ini juga tanpa perlu melakukan usaha besar. Oleh sebab itu, banyak orang yang berakhir melakukan perjudian bandarqq online untuk mendapatkan uang cepat dan tidak perlu melakukan banyak usaha sekali pun tindakan itu tidak legal di Indonesia.

Di Indonesia sendiri tindakan judi merupakan tindakan yang dilarang karena hal ini menimbulkan banyak kerugian. Kerugiannya tidak hanya dalam satu aspek saja melainkan hampir semua aspek kehidupan seperi kehidupan sosial, beragama hingga bernegara. Orang yang sudah terjerat dalam perjudian demi mendapatkan uang cepat justru malah terlilit hutang dan semakin kesulitan secata ekonomi.

Melihat dampaknya yang bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan secara negatif, tidak heran rasanya judi dilarang di Indonesia. Apalagi sekarang ada perjudian online membuat pihak berwajib dan pembuat kebijakan berusaha keras menanggulangi masalah ini. Setidaknya larangan tindakan judi online maupun judi konvensional sudah ada ketetapan hukumannya baik secara negara maupun agama.

Hukum tentang Perjudian Online dalam Undang-Undang

Sebelum judi online dilarang di Indonesia, tindakan judi itu sendiri sudah dilarang dilaksanakan di negara ini. Aturan larangan ini termuat dalam undang-undang. Penertiban mengenai perjudian dibuat pada tahun 1974 UU No. 7. Di dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa tindakan judi merupakan tindakan yang menentang ajaran agama, kesusilaan hingga moral Pancasila selaku landasan negara.

Selain UU No. 7 Tahun 1974, mengenai jenis permainan judi yang dilarang termuat dalam UU Tahun 1981 No. 9. Isi dari pasal ini merujuk pada peraturan yang ditetapkan beberapa tahun sebelumnya. Tujuan dibuat UU ini adalah supaya perjudian bisa ditumpas hingga tingkat terkecil di wilayah di Indonesia. Termasuk beberapa jenis perjudian tradisional yang sudah hadir bahkan sebelum para penjajah tiba.

Mengikuti perkembangan zaman, perjudian pun berkembang menjadi bentuk online. Hukum judi yang sudah ada masih kurang mampu menjangkau pelanggaran tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2008 lalu keluarlah UU ITE PAsal 27 ayat 2yang membahas mengenai perjudian online. Undang-undang larangan tindakan judi online kemudian mengalami perubahan pada tahun 2016 menjadi Undang-undang No. 19.

Adapun untuk hukuman yang diberikan kepada para pelanggar ini ditetapkan pada KItab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP karena perjudian termasuk tindak pidana. Pelaku judi tradisional atau non online dikenakan hukuman kurungan maksimal 10 tahun dan atau denda maksimal 25 juta rupiah. Sedangkan pelaku judi online hukumannya ditetapkan pada undang-undang No. 19 pasal 45 ayat (2) tahun 2016 di mana hukuman penjara maksimal 6 tahun dan atau denda maksimal 1 milyar.

Hukum Perjudian dalam Ajaran Agama

Larangan judi bukan hanya masalah urusan undang-undang negara saja. Hal ini juga merupakan tindakan yang dilarang oleh agama yang ada di Indonesia. Sebagai agama mayoritas, jelas menentang adanya prakter perjudian. Larangan ini berlaku untuk praktek judi konvensional maupun larangan tindakan judi online. Larangan judi ini bisa ditemukan dalam beberapa ayat pada surat-surat di Al-Qur’an.

Salah satu ayat yang memuat tentang larangan ini adalah surat Al-Maidah ayat 90 dan 91. Di dalam kedua ayat tersebut dinyatakan bahwa tindakan judi merupakan bisikan setan yang mampu menghalangi manusia untuk mengingat tuhannya. Padahal, sebagai manusia yang beragama, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi adalah beribadah untuk mengingat yang Maha Kuasa.

Selain dalam agama Islam, dalam agama Kristen juga dinyatakan bahwa tindakan judi adalah tindakan yang dibenci dan ditentang. Beberapa ayat dalam kitab sucinya membahas hal ini dan salah satunya terkait pada masalah undian di mana undian merupakan salah satu jenis permainan judi. Dalam kitabnya juga dinyatakan bahwa lebih baik mendapatkan penghasilan sedikit tapi halal dari pada banyak tapi haram.

Bukan hanya kedua agama besar di negara kepulauan ini saja yang menyatakan tindakan judi dilarang atau haram. Ajaran agama Hindu pun menyatakan hal yang sama. Dalam kitab ajarannya saja bahkan dibahas bahwa tindakan judi bisa menimbulkan tindakan kriminal lain seperti pencurian, permusuhan dan kejahatan. Itulah kenapa larangan tindakan judi online juga salah satu yang berusaha dijalankan.

Kemudian pada ajaran agama Budha juga tidak jauh berbeda dengan pernyataan yang diungkapkan pada ajaran agama lain. Apalagi agama Budha adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk menjauhkan diri dari hal duniawi, maka sudah jelas judi merupakan hal yang tabu untuk dilakukan. Umatnya diajarkan bahwa judi merupakan salah satu tindakan yang akan menyebabkan seseorang jadi miskin.

Berdasarkan hukum yang berlaku di negara Indonesia serta hukum yang diajarkan oleh setiap agama yang berkembang di Indonesia jelas menyatakan bahwa judi merupakan sebuah tindakan yang dilarang. Larangan ini berlaku untuk larangan tindakan judi online maupun judi konvensional. Selama tindakan tersebut memenuhi persyaratan permainan judi maka perbuatan tersebut dilarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *